Jumat, 02 September 2011

The New Consumer’s Need


Pada dasarnya konsumen memiliki love affair dengan produk. Tetapi, sebagian konsumen memiliki lebih banyak uang. Oktober lalu, laporan yang dirilis konsultan Merrill Lynch dan Capgemini menyebutkan populasi individu dengan kekayaan bersih lebih dari US1 juta dolar (Rp 9 miliar) di Indonesia tumbuh 16 persen. Penambahan jumlah orang berkantong tebal di Indonesia itu jauh di atas rata-rata pertumbuhan orang kaya di dunia yang hanya 8,3 persen. Di Asia Pasifik, Indonesia hanya kalah dari Singapura dan India.

Pertumbuhan orang kaya di kedua negara itu mencapai 21,2 persen dan 20,5 persen.  
Secara umum, mereka yang mempunyai uang lebih itu. Semenara itu, kelas menengah Indonesia – menurut BPS—saat ini jumlahnya diperkirakan 17-20 juta orang atau kurang lebih 7–8% total penduduk Indonesia.

Konsumen dengan uang berlebih itu makin mengharapkan pemenuhan kebutuah emosional dalam memengkonsumsi suatu produk. Mereka memiliki semakin banyak pilihan barang dan jasa, dan kurang mempertimbangkan faktor harga. Mereka berusaha mencari barang atau jasa yang bisa menjadikan dirinya menjadi siapa dia, apa yang mereka sukai, tapi di sisi lain mereka selalu didera stres yang tinggi setiap hari.

Itu sebabnya, produk yang mereka cari umumnya adalah yang bisa mengerti dan memberi dia emosi seakan-akan produk tersebut “memperhatikan” mereka. Itu karena mereka selalu memiliki sedikit waktu da lebih banyak waktunya untuk bekerja. Di Amerika, sebagian besar perempuan pekerja yang berkeluarga sekali waktu menginginkan kesendrian, menghargai dirinya sendiri ditengah-tengah jadwal kegiatannya yang ketat, meremajakan bagian tubuhnya, meluapkan emosi, dan memulihkan kejiwaannya setelah didera stres yang tinggi. Produk-produk untuk perawatan tubuh, spa, gourmet groseries dan makanan siap saji, linen dan produk yang membuat tidur nyaman serta peralatan elektronik rumah sanhat penting bagi konsumen seperti ini.

Sub segmen kedua dari kelas menengah ini adalah mereka yang menginginkan keluar dari kebiasaan. Mereka selalu ingin mendapatkan pengalaman baru dan selalu berusaha untuk menerabas keterbatasan yang mengungkungi dirinya. Dalm prosesnya mereka selalu ingin mempelajari sesuatu yang baru, mengasah keahlian baru, dan tetapi ingin senang. Travel, mobil, peralatan olahraga, makan di luar, komputer, dan wine merupakan produk favorit sub segmen ini.

Sub segmen ketiga adalah mereka yang ingin menemukan, membangun, memelihara, dan mempererat relationship. Perilaku mereka umumnya selalu berusaha menarik perhatian pasangannya, membelanjakan uangnya bersama teman, dan perhatian sama anggota keluarga. Mereka ini berkecenderungan untuk makan di luar bersama-sama, menyukai peralatan dapur, ukar menukar cindera mata, dan ingin selalu mencoba berbagai macam pengalaman travel termasuk kapal pesiar mewah.

Kelompok terakhir adalah mereka yang mempunyai gaya individual. Mereka ini menggunakan sesuatu yang canggih dan berharga untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa mereka adalah sukses. Busana, asesori, mobil, dan travel yang dapat mengekpresikan gaya, pengetahuan, selera dan nilai mereka adalah produk yang dicari sub segmen ini.Aruman