Senin, 03 Oktober 2011

RETAIL 3.0: The Next Generation Retail Eco System


Dua tahun lalu, Gary Hawkins, President Hawkins Strategic, Skaneateles, N.Y., memperkenalkan konsep yang disebut Retail 3.0: The Next Generation Retail Eco System. Kenapa retail 3.0, menurut Hawkins, hal itu didasarkan fenomena perkembangan atau trend dalam dunia retail yang bisa dikategorikan ke dalam beberapa kelompok.

Pada tahap pertama yang menurut Hawkins disebut sebagai Retail 1.0. Pada tahap ini merek-merek nasional menguasai pasar. Era ini berakhir pertengahan 1990-an bersamaan dengan masuknya Wal-Mart ke pasar eceran untuk produk makanan. “Sejak itu kekuatan bergeser,” kata Hawkins. Era Retail 2.0 ditandai dengan meningkatnya peran retailer sebagai aktor di rantai pemasaran. Pergeseran itu terjadi karena saat itu peritel mulai menerapkan program pemasaran untuk private label dengan program yang canggih.

Sekarang datang Retail 3.0 yang menurut Hawkins adalah era pembelanja. Hawkins lalu menggambarkannya sebagai era lingkungan retail generasi depan yang dikendalikan oleh marketing yang relevan untuk pembelanja individu, dan didukung konsep pemasaran real-time, rantai suplai yang bersinergi, dimana semua itu dibangun dengan fondasi data  transaksi pembelanja yang telah diidentifikasi. 

Jadi retail saat ini ditandai oleh penerapan pemasaran individu tang relevan sebagai kunci. Konsep ini merupakan lawan dari konsep pemasaran saat ini yang memborbir konsumen dengan pesan yang tidak relevan dan banyaknya informasi di internet termasuk jejaring sosial. Jadi saat ini pemasar mencari untuk peritel. "Toko sekarang sedang dilihat sebagai kanvas pemasaran yang dikendalikan oleh pemahaman atas wawasan pembelanja dan shopper marketing. Merek dan pemasar mencari peluang baru di dalam toko untuk berkomunikasi dengan pembelanja pada saat mereka membuat keputusan dan pembelian,” kata Hawkins.

Untuk memberikan sesuatu yang relevan yang dicari pembelanja, saat ini tersedia teknologi digital yang bisa diaplikasikan secara terintegrasi. "Ada banyak teknologi yang berbeda untuk solusi berbeda yang sudah tersedia di dan akan masuk ke pasar. Tetapi yang membuat kita begitu bergairahadalah terbukanya bagi kita untuk mengambil semua kesempatan ini untuk mengambil semua solusi yang berbeda -- yang semuanya digital – untuk menghubungkan kita dan mereka secara bersama-sama,” kata Hawkins.

Ketika Anda melakukan itu dan kemudian fokus pada memaksimalkan nilai seumur hidup setiap pembelanja, menyelaraskan kegiatan supply chain untuk itu, dan mengoptimalkan seluruh sistem, itu semuanya merupakan dunia baru bagi peritel. ”Kami berpikir ada peluang besar di luar sana untuk penciptaan nilai di seluruh rantai suplai - untuk produsen, grosir, pengecer, tetapi juga untuk pembelanja," kata Hawkins.