Selasa, 07 Februari 2012

Apakah Akun Pseudonym itu Negatif?


Dalam beberapa hari terakhir, di situs jejaring sosial twitter muncul perdebatan soal pseudonym dan anonym seperti yang terdapat Twitter. Sebagian ada yang 'menyerang' tokoh tertentu atau bahkan sekadar memberi informasi tentang sebuah isu.


Senin (6/2/2012) lalu, Menkominfo Tifatul Sembiring mengatakan bahwa akun-akun itu dipantau oleh Kemenkominfo. "Sejauh ini masih kita pelajari sejauh positif tidak masalah. Kalau miring-miring sedikit yah diperingatkan. Kalau melangar hukum yah dihukum," kata Sembiring di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara. Menurut dia, akun anonim bisa dikejar bila memang terbukti melakukan pelanggaran seperti penipuan, hacking terhadap badan resmi pemerintah atau menyebarkan pornografi. Hal itu semua bisa dijerat dengan pasal-pasal di UU ITE.
Di mesia sosial, akun dengan nama samara (pseudonym) atau anonym jamak dijumpai. Menurut temuan Disqus, 61% dari keseluruhan komentar yang muncul di blog menggunakan nama samaran yang cenderung fiktif (pseudonym) sementara 35 % lainnya menggunakan anonym.  Yag lebih menarik, hanya 4% dari semua komentator yang menggunakan nama asli mereka. Temuan lainnya, komentator yang menggunakan nama samaran kontribusinya 6,5 kali lebih banyak dari komentator anonim dan 4,7 kali lebih dari banyak dari pada yang menggunakan nama asli di Facebook.


Sejatinya, perdebatan soal nama samara dalam akun media sosial muncul di jagad maya sejak tahun lalu. Ketika itu, Google+ mensyaratkan pembukaan akun harus menggunakan nama asli, tidak boleh menngunakan nama samara apalagi anonym. Disqus menemukan bahwa "komentator yang menggunakan nama samaran cenderung menawarkan komentar yang lebih baik." Setelah perdebatan agak lama, terutama di media sosial, akhirnya Google + mengizinkan orang memanfaatkan nama samaran asalkan itu adalah alias dibentuk dan bukan akun yang baru dibuat.
Lalu kenapa orang lebih suka menggunakan nama samaran? Semua tahu bahwa dengan menggunakan nama samara, orang merasa bebas. Mereka bisa menulis dengan terbuka, terutama topic-topik sulit dan ingin identitas aslinya tidak diketahui. Ini berbeda dengan bia seseorang menggunakan nama aslinya. Dia enderung berhati-hati.
Banyak situs dan blog yang memungkinkan seseorang untuk berkomentar dengan mencantumkan nama samara atau bukan anonym. Biasanya, komentar anonim cenderung relative lebih keras, atau bahkan lebih menyakitkan dari pada membantu. Akan tetapi, dengan menggunakan nama samaran memungkinkan orang untuk berbicara secara terbuka - terus terang - melalui cara yang mereka mungkin tidak merasa nyaman bila teman-teman atau anggota keluarga – misalnya – mengetahui siapa dia.
Banyak blogger yang memposting sesuatu tanpa mengungkapkan identitas mereka. Bahkan ini bisa menjadi bisnis yang menarik. Pada akhir 2009 terdapat blog yang sempat membuat berita. Belle de Jour adalah nama samaran untuk seorang blogger yang menulis tentang kegiatannya dalam perdagangan seks. Dia menggunakan penghasilannya dari blog-nya itu untuk membiayai studi PhD-nya. Pada 2003, blog itu mendapat penghargaan  surat kabar The Guardian sebagai blog of the year karena dinilai sebagai blog ditulis dengan sangat baik sehingga sesuai fantasi seksual laki-laki. Banyak wartawan yang berspekulasi bahwa dia sebenarnya seorang pria.
Blognya jujur ​​dan keji diterbitkan sebagai sebuah buku dengan judul, The Intimate Adventures of a London Call Girl. Buku ini kemudian diangkat menjadi sebuah serial TV di Inggris, dibintangi Billie Piper sebagai Belle. Pada bulan November 2009 Belle memutuskan untuk mengungkapkan identitasnya kepada surat kabar kabar di Inggris, Ini dilakukan setelah dia putus dengan sang pacar, dan dia percaya bahwa mantan pacarnya itu akan mengungkapkan identitasnya di pers tabloid. Cukup mengejutkan, ternyata Belle aalah Dr Brooke Magnanti.
Brooke adalah mahasiswa yang mendalami tentang informatika, epidemiologi dan ilmu forensik dan bekerja di Bristol University’s Centre for Nanoscience and Quantum Information. Dengan pengungkapan itu, Brooke menghapus spekulasi bahwa dia adalah seorang laki-laki atau bahwa dia telah dipaksa masuk ke dalam perdagangan seks untuk alasan lain selain yag dia katakana dalam blog-nya itu.
Selain itu, ada beberapa blogger yang menyembunyikan identitas mereka agar mereka bisa jujur lebih jujur ​dalam menilai perusahaan tempatnya bekerja. Salah satu contohnya adalah blogger Microsoft yang menggunakan nama 'Mini MSFT'. Mini telah blogging secara anonim tentang apa yang terjadi di dalam  Microsoft sejak tahun 2004. Dia memiliki jumlah pembaca yang besar. Mini menetapkan kebijakan anonimitas total yang mendorong karyawan untuk melakukan diskusi terbuka tentang perusahaan dan pekerjaannya.
Blog ini dihargai karena berhasil mengubah beberapa proses internal perusahaan, seperti proses peninjauan gaji setiap akhir tahun dan membuat perusahaan menjadi lebih transparan. Blog yang juga menyebut dirinya sebagai Steve Jobs Palsu itu ditulis oleh seseorang yang menyembunyikan identitasnya selama lebih dari setahun. Ternyata penulisnya adalah Daniel Lyons, seorang penulis dan jurnalis Newsweek.