Minggu, 19 Mei 2013

Taktik Pemasaran Media Sosial Apakah yang Memberikan Hasil Terbaik?

Dalam sepuluh tahun terakhir, pemasar telah bekerja keras menyesuaikan diri dengan era baru keterlibatan pelanggan yang mendalam. Banyak perusahaan yang merestrukturisasi organisasi pemasarannya dengan menciptakan organ fungsional baru, seperti manajemen media sosial. Divisi ini bertugas untuk mengintegrasikan kampanye iklan online, televisi, dan cetak, dan ditambah staf dengan keahlian di bidang Web untuk mengelola ledakan data pelanggan digital.

Akan tetapi, itu saja tidak cukup. Untuk benar-benar terlibat pelanggan, iklan saja semakin tidak relevan dan perusahaan harus melakukan langkah yang lebih di luar batas-batas organisasi pemasaran tradisional. Dalam lingkungan pemasaran di mana perhatian konsumen semakin terfragmentasi, ide untuk menggunakan konten sebagai cara untuk menangkap minat dan keterlibatan konsumen kini banyak diminati pemasar.

Di Indonesia, jenis pemasaran media sosial ini masih belum berkembang. Sebagian besar pemasarar, apakah itu melalui website atau media sosial, masih berfokus pada informasi langsung yang berkaitan dengan suatu event atau produk. Mereka kebanyakan berfokus pada kontes dengan iming-iming hadiah karena sebagain besar objektif mereka adalah untuk memperbanyak pengikut.  

Konten pemasaran adalah format pemasaran yang melibatkan penciptaan dan media berbagi serta  publikasi konten untuk mendapatkan pelanggan. Informas ini dapat disajikan dalam berbagai format, termasuk berita, video, kertas putih, ebooks, infographics, studi kasus, pedoman cara, Q & As, foto, dan sebagainya. Konten pemasaran tidak berfokus pada penjualan, tetapi hanya pada berkomunikasi dengan pelanggan dan prospek. Idenya adalah untuk menginspirasi bisnis dan membangun loyalitas pembeli dengan memberikan informasi yang berharga dan konsisten.

Dalam pandangan para pemasar, konten yang menarik dapat membantu pemasar bercerita, tetapi I sisi lain dapat menjadi suatu yang rumit dan mahal.  Jadi strategi konten yang bagaimana yang dapat menghasilkan laba atas investasi (ROI) yang menarik  bagi pemasar?


Sebuah studi yang dilakukan terhadap para pengalbil keputusan pemasaran di seluruh dunia yang dilakukan CopyPress, sebuah perusahaan perangkat lunak yang mengkhususkan diri dalam alat pemasaran konten.pada Januari 2013 lalu, mendapati  jenis konten yang paling hemat biaya adalah artikel, video dan whitepaper. Secara khusus, untuk artikel, yang paling memenuhi ROI adalah  artikel fitur. Sekitar 62,2% responden menyatakan bahwa artikel fitur memiliki ROI terbaik.

Sebenarnya, video juga merupakan strategi konten banyak digunakan oleh pemasar. Sekitar 51,9% dari pemasar menyatakan bahwa video menghasilkan ROI terbaik. Namun studi ini juga menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi pemasar bila menggunakan video. Video adalah jenis konten yang oleh 49,8% reponden digambarkan sebagai "sulit dalam membuatnya." Jenis media lain yang menantang pemasar adalah media interaktif, infographics, dan motion graphic. Meskipun fakta bahwa banyak pemasar menuai keberhasilan dengan konten video, setengah percaya bahwa video itu "terlalu mahal."


Penerbitan artikel dan whitepaper sepertinya bisa menjadi solusi konten padat karya dan kurang kompleks. Akan tetapi, media ini memmberikan tantangan tersendiri. Satu pertanyaan banyak pemasar minta adalah peran apa yang harus dimainkan penulis dalam penciptaan pemasaran konten. Haruskah artikel berasal dari individu-individu tertentu, atau harus fokus berada di merek secara keseluruhan?

Penelitian CopyPress menemukan bahwa sekitar dua-pertiga dari responden menganggap penulis memainkan peran penting dalam strategi pemasaran konten mereka, sementara sepertiga tidak. Tapi di sisi lain, studi ini juga menemukan bahwa karangan umumnya mengacu pada apakah artikel harus mencantumkan nama penulisnya? Kedua, apakah penulis tersebut harus individu terkenal?