Minggu, 29 Desember 2013

Belajar dari Taktik PR yang Dijalankan Miley Cyrus

Penyanyi dan aktris yang terkenal lewat film Hannah Montana ini sering membuat heboh. Ketika tampil guna menerima piala MTV Music Award misalnya, Miley Cyrus merokok di atas panggung.
Gadis berusia 21 tahun yang awalnya dikenal sebagai bintang Disney polos itu kini tampil provokatif dengan berbagai skandal, seperti pengakuannya menggunakan obat terlarang, tariannya yang kontroversial, dan penampilannya tanpa busana dalam video klip.
Penyanyi Miley Cyrus mengklaim bahwa penampilannya di panggung yang kontroversial merupakan karakter buatan semata alias akting. Pelantun Adore You itu mengatakan bahwa "twerking" bersama Robin Thicke yang menggemparkan di VMA beberapa waktu lalu bukanlah dirinya yang sebenarnya.
Ketika berbicara dengan The New York Times, Miley mengatakan, "Hampir selalu ada adegan seks di film, dan orang-orang bilang, 'Yah, itu adalah karakter.' Nah, itu pun merupakan karakter."
Jadi, untuk apakah dia melakukan semua itu?
Menemukan siapa dan cerita tentang Miley sungguh sangat gampang. Coba Anda ketik nama Miley Cyrus di Google News, Anda akan menemukan  lebih dari 85 juta cerita tentang Miley hanya dalam waktu setengah detik.
Pendakian karirnya sebagai penyanyi yang dimulai dari bintang anak-anak Hannah Montana dari Disney dan penyanyi remaja, Miley yang kini penyanyi dewasa muda cukup berbakat memberikan pelajaran penting bagi siapa saja yang mempelajari public relations tentang bagaimana mencoba membujuk media untuk menulis atau berkomentar.
Pelajaran ini tak harus Anda tiru mentah-mentah. Tetapi paling tidak bisa memberikan gambaran tentang bagaimana menciptakan publisitas. Miley – seperti ditulis Robert Wynne, contributor Forbes -- memiliki dua keunggulan utama. Pertama, Miley sekarang memang sudah tenar sejak pada usia dini, dan kedua, dia memiliki platform untuk mengekspresikan dirinya. Dengan kata lain, jejak karir Miley dari dulu memang telah terpetakan.
Ini yang membedakan Miley dengan Britney Spears atau Christina Aguilera saat mereka popular di usia muda. Mereka berdua menapaki karirnya mulai dari bintang anak yang polos bintang anak hingga menjadi penyanyi muda yang membangun sensasi keseksian. Yang lebih penting lagi, kata Wynne, mereka berdua adalah penyanyi yang lebih baik. Dengan demikian, untuk bisa bersaing dengan mereka bukanlah urusan gampang bagi Miley. Ini yang menjadikan alasan bahwa mempelajari pendakian karir Miley jauh lebih penting.
Coba kita mulai dengan pertanyaan, apakah Anda terpesona oleh dia karena lagu, suaranya atau seperti halnya sebagian besar orang Amerika di bawah usia 30? Atau Anda terpesona karena tersihir oleh musik dan stuntsnya seperti yang dia pertontonkan pada acara MTV Video Music Awards, Agsutus lalu? Jawaban Anda sebaiknya disimpan dulu karena sepak terjangnya layak Miley mungkin layak untuk dipelajari. Inti pertanyaannya adalah bagaimana taktik PR yang dijalankan sehingga mencapai popularitas seperti sekarang ini?
Seperti diketahui, Rolling Stone pernah menempatkan dia pada sampul tahunan "Hot List" mereka dan NPR mencatatnya sebagai bintang yang meroket pesat. Album Miley yang mencatat rekor penjualan baru adalah Wrecking Ball.  Ini adalah Hot 100 No 1 pertama selama karir sebagai penyanyinya. Lagu We Can’t Stop berada di No 2 kembali pada bulan Agustus. Oktober lalu, Wrecking Ball melompat ke atas, dari urutan 22 ke nomor 1 hanya dalam satu minggu.
Sejak Februari , Billboard telah memasukkan video semua aliran musik Hot 100 di YouTube dan Vevo, sebuah situs video musik yang juga berfungsi sebagai klip ke YouTube. Banyaknya orang yang melihat video klip Wrecking Ball yang menampilkan Miley telanjang membuktikan bahwa tampilan dia diminati banyak orang.


Apakah semua itu terjadi kebetulan? The New York Daily News melaporkan bahwa kritik yang mengalir atas video klip tersebut mengabaikan sebuah point. "Miley Cyrus mungkin tidak memutar rel. Tapi dia tahu persis apa yang dia lakukan. Itu semua, mulai dari tampil telanjang, twerking dan menggoyang-goyangkan, sengaja dimunculkan untuk menjadi bagian dari taktik yang sudah diperhitungkan untuk mengubur citra dia sebagai penyanyi Disney yang polos dan bersih,” tulis The New York Daily News.
Billboard mencatat kontroversinya itu sebagai sebuah kampanye PR yang terencana, dan bukan kecelakaan.  "Pendakian Miley pada tahun 2013 telah menjadi sebuah pengalaman surealis, tidak satupun dari semua itu merupakan sebuah kecelakaan."
Dalam Miley Cyrus : The Movement, sebuah acara documenter baru MTV pada jam tayang premier Rabu malam ( 2/10/2013), langkah-langkah berani bintang pop itu ditampilkan secara penuh, sebagai peneguhan kembali sebuah visi yang sempat tidak memuaskan meluncurkan album Can’t Be Tamed pada 2010. Dalam acara Rabu malam itu, Miley sengaja memilih We Can’t Stop sebagai upaya dia untuk comeback denagn album yang bergenre hip-hop-centric dan mengingatkan public akan tampilan beraninya pada MTV Video Music Awards,  Agustus 2013.
Selama tayangan video documenter tersebut , Miley seakan ingin memastikan dan menekankan bahwa sajian citra barunya itu lebih dari sekedar detail promosi. "Bagi saya, sebuah perubahan adalah jauh lebih besar dari pada sekedar sebuah rekaman," kata Miley. "Bagi saya, sebuah gerakan perubahan merupakan sesuatu seperti ... mengambil alih dunia."
Sebuah situs, The Opposing Views, bahkan menyebut langkahnya itu sebagai taktik PR jenius. "Miley Cyrus telah meluncurkan album barunya. Seperti kebanyakan rekan-rekan muda Disney, sebenarnya dia itu seorang penyanyi dengan standar rata-rata. Karena itu,  dia mengkompensasi kekurangannya dengan menampilkan sesuatu yang sebisa mungkin menghibur audiensenya.
Jadi rahasia taktik public relations yang dijalankan Miley Cyrus? Berikut ini beberapa taktik Miley guna mencapai tujuan PR nya seperti yang ditulis Robert Wynne. Taktik ini bisa menjadi pelajaran buat kita. Beberapa diantaranya saya modifikasi dengan contoh-contoh lokal sehingga dekat dengan kita.
1. Menjual Kontroversi
Untuk bisnis dan individu tertentu  melakukan sesuatu aksi kontroversi pada waktu yang tepat dapat menghasilkan manfaat yang besar. Jelas, jika Anda menjalankan sebuah restoran atau mengoperasikan sebuah klinik kesehatan , Anda tidak perlu takut kontroversi. Sebuah stunt yang menarik perhatian kadang-kadang dapat menerobos kerumunan.
Belakangan beredar berita tentang kontroversi film Soekarno besutan Hanung Bramantyo. Film tersebut dikritisi Guruh Soekarno Putra dan putra putri Bung Karno lainnya. Terlepas apakah kontroversi itu membuat orang pingin menonton ataukah karena filmnya bagus, realitas menunjukkan bahwa jumlah penonton film Soekarno yang terus bertambah sejak ditayangkan Perdana, 11 Desember lalu. Tercatat, jumlah penonton film Soekarno hingga 23 Desember telah mencapai lebih dari 500 ribu orang.
Namun demikian, Anda harus yakin bahwa kalau sesuatu memang sudah bagus, Anda tak perlu lagi menciptakan kontroversi. Simak kasus pesaing film Soekarno (dilihat dari waktu pemutarannya).  Hanya butuh 1 minggu bagi film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck berhasil mencuri perhatian 570 ribu penonton di bioskop. Torehan tersebut terbilang istimewa mengingat banyaknya film-film besar yang ikut menghiasi layar bioskop mulai dari The Hobbit: The Desolation of Smaug hingga Soekarno.
2. Menjual Seks
Ini jelas  dan efektif . Tak perlu Britney, Miley atau Cristina untuk mengingatkan kita tentang hal ini, kaarena begitu banyak hotel, jeans, makanan dan produk lainnya yang berhasil menggelitik kita dengan menampilkan strategi yang membuat orang terperangah karena shock melihat sesuatu. Namun, sekali lagi, hal ini tidak tepat untuk setiap bisnis, tetapi beberapa bisnis, termasuk di kalangan selebriti, memanfaatkan ini dengan baik. Anda pun tidak terlalu disarankan menggunakan taktik ini kecuali untuk produk atau merek tertentu. Itupun harus sesuai dengan norma.
3. Jadikan Sesuatu yang Layak Dikenang
Anda tentu masih ingat dengan Oreo, yang iklannya di puter..di jilat..di clupin… Waktu itu iklan tersebut booming. Banyak sekali iklan-iklan komersil yang ada di media televisi, namun iklan Oreo “diputar..dijilat..dicelupin” tersebut mampu menerobos kerumuman iklan-iklan biskuit bahkan iklan kategori produk lainnya.
4. Gunakan Media Sosial
Sekarang pengguna sosial media sudah mencapai jutaan bahkan miliaran. Terlepas apakah Anda suka atau tidak suka, ada yang mengatakan bila Anda tak menggunakan media sosial, maka pesaing Anda menggunakannya. Bila Anda tak memiki akun media sosial, kapan Anda mengetahui bahwa erek Anda dibicarakan orang. Ini karena orang ngrasani atau mengeluh misalnya, lebih suka mempostingnya melalui media sosial.
5. Publikasikan Demografi Anda
Seperti diketahui, sebagian besar pengkritik Cyrus adalah orang-orang yang berusia di atas 40 tahun. Mereka menhatakan bahwa tindakan Cyrus tidaklah bermoral, tidak layak, dan menuduh Cyrus berada di bawah pengarug obat-obatan. Apakah Cyrus peduli?  Cyrus tidak menjual albumnya ke mereka. Cyrus justru  lebih mengkhawatirkan suara anak muda yang menjadi target pasar albumnya. Nyatanya, remaja menyukai tampilannya. Miley tahu persis siapa pasarnya, dan dia merancang penampilannya itu memang khusus untuk mereka .
Merek lainnya juga harus melakukan yang sama (maksudnya bukan dengan penampilan seperti Miley). Merek harus mengidentifikasi target pasar mereka dan fokus memberi yang mereka inginkan. Anda masih ingat kontroversi tentang beberapa yang belum memiliki sertifikat halal bulan puasa lalu? Sampai saat ini beberapa restoran yang disebut belum bersertifikat halal tak mempedulikannya. Kenapa? Mereka mungkin merasa bahwa orang yang meributkan sertifikat halal bukan target pasar mereka.
6. Jangan Takut Berinovasi
Cyrus menambahkan tato di tubuhnya, memotong rambutnya, dan mengubah citranya dari anak-anak yang polos menjadi seperti yang sekarang. Tidak semua dari kita perlu melakukan perubahan secara radikal dengan  mengubah penampilan atau membuat kejutan budaya. Tetapi lingkungan bisnis, termasuk selera konsumen selalu berubah. Sebuah produk tentu harus mengikuti perkembangan dan beradaptasi sehingga produknya  pas dengan waktu dan selera konsumen.
Tak seorang pun ingin menjadi Oldsmobile , eToys , computer Wang atau Lehman Brothers yang kini tinggal jadi catatan sejarah. Tapi bagaimana merek atau produk harus menemukan kembali jati dirinya dan beradaptasi. Dalam beberapa tahun atau bulan ke depan -- ketika Miley tidak bisa mendapatkan perhatian orang karena tato atau potongan rambutnya , ketika menari cabul tak lagi diminati dan tak lagi mengejutkan dan dia kehilangan kemampuan untuk mengejutkan kita -- mungkin saja para jurnalis menunggu untuk wawancara atau konferensi pers, akan melihat Miley muncul dalam setelan bisnis.

Kita tunggu apakah dia akan mengatakan bahwa stunts yang selama ini membuatnya terkenal hanyalah sebuah fase, dan sekarang dia berontak dengan mengatakan dia ingin dianggap sebagai seorang seniman serius. Saya yakin karena seperti yang ditulis sebelumnya, Miley Cyrus yang sekarang bukanlah Miley yang sebenarnya. Dia sekarang melakukan itu hanyalah ingin memaksimalkan pencapaian tujuan PR dia.