Senin, 23 Desember 2013

Kekuatan dan Kelemahan Beriklan Facebook dan Twitter

Iklan melalui media sosial pada 2014 bisa dipastikan makin marak. Ada adegium yang dianut banyak pemasar, bila Anda tidak ikut, orang lain akan mengambilnya. Nah, kalau memang Anda ingin mengambilnya, maka coba perbandingkan kelebihan antara satu apikasi media sosial dengan yang lainnya yang saya kutip dari Larry Kim is the founder/CTO of WordStream Inc. Berikut sekadar perbandingan singkat kekuatan dan kelemahan Facebook dan Twitter, dua media sosial yang sampai saat ini masih dominan.

1. Twitter vs Facebook: Network Reach (Jangkauan Jejaring)
Dalam hal jangkauan jejaring, Facebook mengalahkan Twitter. Facebook memiliki 1,15 miliar pengguna aktif, sementara Twitter hanya memiliki 232 juta pengguna aktif. Meskipun harus diakui bahwa untuk pengguna aktif Twitter jauh lebih senang berbagi ketimbang Facebook. Setiap hari, pengguna twitter melepas 500 juta tweet per hari. Ini berarti setiap pengguna aktif meluncurkan dua tweet sehari. Akan tetapi, jika diihat secara total postingan, pengguna postingan di Facebook masih jauh lebih banyak ketimbang Twitter. Jumlah postingan di Facebook mencapai 4,75 miliar sehari.


2. Twitter vs Facebook: Kinerja Iklan
Sejatinya sulit melacak data tentang kinerja iklan. Ini karena seringkali data yang dipublikasikan berbeda dengan yang sebenarnya. Namun, sebagai pendekatan data di bawah ini bisa menjadi patokan. Sebagai contoh, cost per click (CPC) iklan di Facebook adalah $ 0,50. Informasi ini sulit diperbandingkan karena Twitter tidak merilis data kinerja iklannya.  
Menurut Adweek, tingkat keterlibatan (engagement, disini termasuk favorit, re-tweet, replies, klik, dll) untuk iklan Twitter bisa mencapai 1-3 %. Ini berarti jauh lebih tinggi ketimbang rata-rata click-through rate (CTR) Facebook yang hanya 0,119 %. CTR dihitung dengan membagi frekuensi iklan Anda ditayangkan (impressions), dengan jumlah frekuensi iklan tersebut diklik orang.
Ini berarti Twitter mengalahkan Facebook. Akan tetapi jangan lupa Facebook memperbaikinya dengan menyediakan fasilitas Sponsored Stories ads. Ini seperti fasilitas Tweets Promoted seperti yang ada di Twitter dan telah diperhitungan sebagai adalah sebagai engagement.
Pengiklan akan melihat cost-per-thousand impressions (CPM) secara signifikan lebih tinggi di Twitter , di $ 3,50, dibandingkan dengan hanya $ 0,59 di Facebook. Data tersebut memperlihatkan bahwa biaya iklan di Twitter masih lebih mahal ketimbang di Facebook. Dengan logika itu, berarti iklan di Twitter biayanya hamper tujuh kali daripada beriklan di Facebook.
Kita juga bisa membuat perbandingan apple-to-apple pada pendapatan per pengunjung (revenue per visitor, RPV). Seperti yang dapat dilihat pada grafik di bawah, pendapatan per pengunjung Facebook mencapai $ 0,93 atau lebih tiggi ketimbang Twitter yang hanya $ 0,44. Namun demikian, Twitter terus memperbaiki diri. Ini dapat dilihat dari pertumbuhan RPV Twitter yang bila dilihat dari tahun ke tahun mencapai 300%, sementara Facebook cuma 39 %.
Facebook juga kehilangan pangsa sosial (share of social) yang dirujuk oleh tingkat kunjungan. Dari tahun ke tahun share of social Facebook turun 20 % sehingga kini tinggal 62 %. Di sisi lain, kunjungan sosial Twitter meski saat ini hanya 6,8 %, namun pertumbuhannya mencapai 258 % tahun ini.


3. Twitter vs. Facebook: Mobile Ad Performance

Untuk kinerja iklan mobile, Twitter memiliki keunggulan. Ini karena Tweets Promoted yang berada di-stream dan karena itu dilihat dan dirasakan secara alami oleh pengguna ponsel. Di sisi lain, Facebook tidak memiliki aplikasi iklan di Facebook mobile tidak seperti di Twitter mobile. Facebook hanya memiliki satu format iklan native di app (App Promosi Ad), sementara iklan di Twitter bisa muncul baik di desktop dan mobile. Ini bisa jadi merupakan keuntungan tersendiri bagi Twitter