Sabtu, 04 Januari 2014

Pelajaran PR Crisis dari Kasus Pembobolan Snapchat : Buatlah Cerita Satu Langkah ke Depan

Bagi praktisi public relations, peristiwa ini pembobolan data yang seharusnya rahasia sperti yang terjadi pada aplikasi media sosial Snapchat menjadi pelajaran berharga, terutama terkait dengan cara Snapchat menanggapi dan memantau situasi tersebut.
Seperti diketahui, Selasa (24/12/13), hacker merilis melalui internet sebuah database yang berisi 4,6 juta nama dan nomor telepon pengguna Snapchat, aplikasi populer yang memungkinkan pengguna untuk mengirim gambar dan video yang bisa rusak sendiri setelah beberapa detik. Aplikasi ini sangat populer di kalangan anak muda.


Sebuah situs bernama SnapchatDB merilis data tersebut tapi menyensor dua angka terakhir nomor telepon. Data itu telah dihapus dari situs tersebut tapi versi tersembunyi [cached] masih tersedia. Pencurian data itu terjadi beberapa hari setelah sebuah perusahaan Australia, Gibson Security, memperingatkan adanya kelemahan di aplikasi Snapchat yang bisa dieksploitasi oleh peretas.
Pencuri yang mempublikasikan data itu mengatakan mereka memang memanfaatkan cacat teknologi yang ditunjukkan oleh Gibson Security. "Kami menggunakan versi termofidikasi dari metode eksploitasi yang disebut oleh eksekutif Gibson," kata pelaku seperti dikutip blog teknologi, Tech Crunch.
Sebelum dihapus, pada laman situs terdapat sebuah peringatan bahwa nama dan nomor telepon pengguna Snapchat bisa memberikan petunjuk yang mengarah kepada akun Facebook dan Twitter. "Orang-orang cenderung menggunakan nama pengguna yang sama di seluruh web sehingga Anda dapat menggunakan informasi ini untuk mencari informasi nomor telepon yang dikaitkan dengan akun Facebook dan Twitter, atau hanya untuk mengetahui nomor telepon dari orang yang yang dengan siapa Anda ingin berhubungan, " tulis situs tersebut.
Di situs tersebut juga tertulis bahwa publikasi nomor telepon pengguna dilakukan agar publik lebih waspada terhadap pencurian data atau fitur keamanan lain. Selain itu, peretas menyatakan, aksi mereka dilatarbelakangi oleh keinginan agar Snapchat termotivasi untuk meningkatkan sistem keamanan. "Snapchat memiliki keterbatasan sumber daya, namun perihal keamanan data pengguna tidak dapat dijadikan prioritas kedua di bisnis ini," tulis Gibson Security.
Sejatinya, tiga hari sebelum kebocoran informasi itu dipublikasikan, Snapchat telah memposting peringatan di blog-nya. Isinya, peringatan bahwa sebuah perusahaan keamanan cyber independen telah mengidentifikasi kerentanan dalam fitur aplikasi. Ini memungkinkan pengguna meng-upload buku alamat mereka dalam rangka untuk menemukan teman-teman yang menggunakan aplikasi. Postingan di blog tersebut juga menjelaskan bahwa Snapchat telah memperkenalkan system yang bisa mempersulit spam dan penyalahgunaan lain lebih sulit.
Jumat lalu, 27 Desember 2013, Snapchat menyatakan lewat blognya mengenai rencana implementasi terhadap sistem keamanan. Mereka mengatakan, pengaturan keamanan bukanlah perkara mudah, maka tidak heran terjadi pencurian data dan nomor telepon para penggunanya. Snapchat tidak menyebutkan perubahan apa yang hendak mereka lakukan terkait sistem keamanan.
Akan tetapi, tindakan pengrusakan telah terjadi. Meski demikian, langkah Snapchat yang mengakui kerentanan adalah contoh sempurna dari sebuah upaya mencoba untuk "maju ke depan." Langkah ini membantu perusahaan dalam mempertahankan dan meraih kepercayaan publik kembali.
Berikut adalah beberapa tips untuk diikuti jika organisasi Anda merasakan danya krisis yang mendekat.
- Ambil tanggung jawab dan mengatasi situasi dengan cepat . Tunjukkan kepada public bahwa Anda melakukan itu semua.
- Berusahalah untuk memimpin pembicaraan . Jangan cuma sekadar bereaksi .
- Bahkan jika Anda tidak tahu persis rincian, beritahu kepada masyarakat bahwa Anda bekerja dengan  menyadari masalah telah diketahui dan Anda bekerja untuk mengatasinya. Ini berarti Anda akan terus membagi  informasi setiap ada perkembangan lebih lanjut secepatnya.

- Pertimbangkan untuk membuat sebuah blog singkat atau respon video pendek . Tambahkan link atau menanamkan Twitter feed pada homepage dari situs tujuan Anda. Ini akan membuat pelanggan pelanggan dan media dapat dengan cepat mendapatkan informasi terkini tentang situasi  krisis yang Anda alami.