Jumat, 10 Juli 2015

Bagaimana Obama Menggolkan Usulan APBNnya Lewat Strategi Public Relations


Beberapa waktu lalu, Gubernur DKI Basuki Purnama semat kepenthok masalah anggaran daerah. Ini rahasia public relations Presiden AS Barrack Obama memuluskan agenda ekonominya ada 2011 silam. Dia tampil di acara 60 minutes, sampai menjadi bintang tamu talkshow terkenal yang dipandu Jay Leno. Namun, beberapa kalangan khawatir strategi PR ini akan menjadi sebuah overexposure.

Usaha Presiden Obama untuk memperoleh dukungan publik atas kebijakannya bisa dicontoh. Betapa tidak, dalam upayanya memulihkan ekonomi Amerika Serikat yang terpuruk, Obama habis-habisan mensosialisasikan agenda ekonominya. Puluhan kali dia tampil di berbagai program TV.

Ini membuat Michael Bush dari www.adage.com dengan sarkastik menyebutkan bahwa siapa yang belum pernah mendengar tentang program situmulus yang dilancarkan Obama, maka dia mungkin berbohong atau hidup di zaman batu. Sebab kata Bush, dalam beberapa minggu terakhir ini Obama lebih sering tampil di sampul majalah, koran atau TV dibandingkan gabungan antara Brad Pitt, Angelina Jolie, Lindsay Lohan, dan Britney Spears.
            
Beberapa waktu lalu, Obama memang secara berturut-turut tampil di acara Tonight Show With Jay Leno di NBC—pertama kali seorang presiden terpilih menjadi bintang tamu di acara talkshow terkenal ini. Obama juga tampil bersama Steve Kroft di kanal CBS untuk acara 60 minutes, sampai terlibat dalam turnamen NCAA di ESPN. Bahkan, 'ratu media', Oprah Winfrey harus berbagi dalam sampul majalahnya untuk pertama kali bersama Michelle Obama. Obama juga tampil di konferensi pers di semua stasiun TV utama.
            
Gencarnya strategi kehumasan Obama menurut Bush, memiliki dua alasan. Pertama, adalah untuk menggalang dukungan penduduk dan politisi terhadap rencana stimulus senilai US$ 800 miliar, dan usualan anggaran tahun 2010 senilai US$ 3,6 triliun. Kedua, Obama juga berusaha menenangkan kemarahan para pemilih yang harus menerima kenyataan bahwa para eksekutif industri keuangan menerima bonus jutaan dolar yang dibayar dari bailout yang bersumber dari pajak. 

Bush mengutip pernyataan dari beberapa konsultan komunikasi politik yang menyebut bahwa kampanye PR Obama juga menegaskan sisi humanisme sang presiden, ketika Obama berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat yang bahkan kebanyakan bukanlah penonton talkshow yang disiarkan malam hari.

Tapi fakta memperlihatkan bahwa orang menonton untuk melihat apa yang harus dia katakan. CBS mengklaim bahwa intreview Obama di acara 60 Minutes ditonton tidak kurang dari 16 juta penonton. Sementara itu, pemunculan Obama di acara The Tonight Show di NBC menciptakan rekor rating acara tersebut sejak tahun 2005, baik menurut NBC dan gambaran awal dari Nielsen Media Research.
           
Gunakan Semua Tools
            
Bush mengutip pernyataan Michael Feldman, pendiri Glover Park Group, sebuah biro strategi komunikasi di Washington. “Strategi kehumasan Obama sangat agresif. Ia mencoba untuk menjangkau orang tidak hanya dimana mereka bekerja atau dimana mereka dapat terterpa informasi, tapi juga dimana mereka tinggal,” kata Feldman.
           
Jadi apakah ini berhasil? Feldman menurut Bush tidak tahu pasti, tapi ia merasa ini mungkin berhasil. Feldman memberi kredit pada strategi kreatif dan efektif menggunakan beragam platform dan outlet yang selaras dengan perkembangan jaman. “Orang-orang di balik Obama menyadari bahwa banyak orang mendapatkan informasi dari monolog dan tempat-tempat yang tak biasa, dan kemudian mereka memanfaatkannya untuk berkomunikasi dengan rakyat Amerika,” jelas Feldman.

Kekhawatiran Berlebihan
            
Di sisi lain, Bush juga mengutip pendapat Bob Shrum penasihat di PR agency Edelman -- yang sempat menjadi konsultan John Kerry -- bahwa Obama mematahkan stigma bahwa presiden bisa 'terlukai' karena ekspos berlebihan. Shrum berpendapat bahwa politikus bisa berpikir seribu kali untuk diekspos terus menerus, namun langkah cerdas yang bisa dilakukan adalah melancarkan komunikasi yang paling persuasif. “Keputusan yang berani untuk tampil terus menerus, tapi saya rasa itu keputusan tepat, dan mencapai sasarannya,” kata Shrum.
           
Shrum, menurut Bush juga menyebut beberapa hal yang diatur untuk menyentil sebagian orang, seperti komentar Obama di “The Tonight Show” mengenai skor bowling yang merujuk pada atlet penyandang cacat, atau tertawa di acara “60 Minutes” ketika sedang mendiskusikan permasalahan ekonomi.
           
“Acara Leno sangat menarik karena Obama menjelaskan kebijakan politik dalam cara dimana rakyat bisa terhubung dengannya,” kata Shrum. Bahkan ketika ia bisa menertawakan diri, menurut Shrum, menunjukkan bahwa ia memiliki perspektif. “Saya rasa orang tidak keberatan ketika Obama tertawa karena ini menunjukkan bahwa ia adalah orang biasa yang tentunya tak luput dari kesalahan seperti komentar skor bowling itu,” kata Shrum.
           
Mendapat Jangkauan Maksimum
            
Terry Holt, partner HMDK, agensi strategi komunikasi di Washington, seperti dikutip oleh Bush menyebut bahwa tim di balik Obama telah sukses menyebarkan profil figur Obama sampai meraih jangkauan maksimum yang paling memungkinkan. “Pada acara Leno dia berbicara pada penonton American Idol, dalam 60 Minutes dia bicara pada penonton yang lebih terpelajar dan elite,” kata Holt.
            
Namun, menurut Holt, penampilan Obama di 'Leno' bukan langkah terbaik karena ini menempatkannya tepat di depan penonton yang dia tidak butuhkan, dan mendekatkannya pada bahaya yang dia tidak perlu hadapi. “Itulah mengapa sampai terjadi pernyataan yang merujuk pada Olimpiade Khusus itu,” kata Holt.
            
Obama, menurut Holt, memiliki bakat untuk bisa terhubung dengan orang, namun semua ini tidak berjalan mulus, dan Obama terlalu dini untuk mengambil langkah pendekatan seperti ini. “Kisah bonus AIG sangat berat, dan hal ini membuat Obama seperti berada dalam posisi bertahan di situasi politik yang seolah tererosi,” kata Holt.
           
Kecerdikan
            
Sementara itu, Bush juga menambahkan pendapat Rich Masters, partner pada Qorvis Communication. Menurut Masters, apa yang terjadi pada semua takshow menjelaskan sekilas mengenai keceradasan Obama. “Selama dia tidak mengulangi kembali apa yang dia ucapkan mengenai skor bowling, dan berkelakar mengenai absurditas situasi saat ini, semuanya akan baik-baik saja,” kata Masters.
            
Masters juga mengatakan bahwa Obama bisa disetarakan dengan Franklin Delano Roosevelt dan Ronald Reagan yang berkomunikasi secara reguler dengan pemilih. “Presiden adalah murid sejarah, dan harus belajar dari presiden pendahulu seperti Jimmy Carter atau George H. W Bush,” kata Masters.
            
Menurut Masters, ada tantangan yang tidak mudah yang harus dihadapi Presiden dan tim. “Mereka bekerja tanpa henti, dengan pesan PR yang harus selalu mereka kerjakan setiap hari untuk rakyat. Masalahnya, presiden seperti berada dalam gelembung, dan hal ini membuat mereka tak tersentuh,” kata Masters. 
.