Kamis, 23 Juli 2015

Menghindarkan PR dari Kegagalan dalam Komunikasi Krisis



Media sosial telah menempatkan dirinya sebagai bagian penting dari strategi komunikasi eksternal perusahaan. Akan tetapi, karena sifatnya, media sosial bisa mengarahkan perusahaan ke dalam situasi  krisis, terutama bila organisasi tidak siap menghadapinya.
Untuk menjalankan strategi media sosial yang efektif, Anda perlu membangun pengaruh dengan memanfaatkan data yang mendukung pendekatan yang diambil. Dalam bukunya, Social Media Rules of Engagement: Why Your Online Narrative is the Best Weapon During a Crisis (Wiley, July 2015) Nicole Matejic menawarkan pembelajaran tentang bagaimana cara  memanfaatkan media sosial, data besar, dan pengaruhnya dalam strategi komunikasi Anda.
Aturan pertama yang menjadi acuan dalam krisis komunikasi yang diajukan Matejic adalah bahwa esensi komunikasi tidaklah berubah. Ibarat Martini, tanyakan kepada setiap bartender, apakah Martini yang dikocok atau diaduk masih tetap Martini? 
Meski rasanya sedikit berbeda, tapi martini masih terbuat dari bahan yang sama. Demikian pula dengan komunikasi. Sebagai profesi, komunikasi  tidak berbeda. Sementara revolusi digital telah mengubah cara kita mengkonsumsi informasi, selama krisis kemampuan komunikator untuk berkomunikasi tetap penting.
Matejic  mengakui bahwa apapun jenis organisasinya, komunikator krisis perlu mengakui bahwa dalam dekade terakhir cara orang mengkonsumsi informasi telah berubah secara fundamental. Hal ini mengukuhkan anggapan bahwa selama krisis, cara orang  berkomunikasi sama pentingnya dengan yang dikomunikasikannya.  
Jika Anda berkomunikasi secara online, orang lain tentu mendengarkan. Bahkan yang mendengarkan  mungkin jauh lebih banyak dari pada yang Anda bayangkan. Ini berarti ketika merek Anda bermasalah, mungkin jutaan orang akan mengetahuinya.
Salah satu pergeseran paradigma terbesar – menurut penulis yang secara internasional dikenal sebagai penasehat operasi informasi militer dan media sosial krisis komunikator -- yang timbul dari revolusi digital adalah bahwa komunikasi krisis tidak lagi hanya menggunakan kata-kata. Perang online dan media sosial sekarang berubah menjadi pusaran teks, pergaulan perkotaan, gambar video, animasi, Infografis, presentasi dan pesan secara instan.
Apakah Anda pernah ingin mengetahui tweet yang Anda dari posting? Berkomunikasi dengan tujuan yang jelas, dengan cara-cara dan tempat-tempat Anda akan mendengar, adalah satu-satunya cara untuk terhubung dengan dan mempengaruhi audiense.
Seni mendengarkan dan keterlibatan tidak pernah lebih penting dari sekarang. Tidak ada pengunjung yang bisa bersembunyi. Dengan atau tanpa Anda, orang-orang membicarakan organisasi Anda secara online dan di media sosial. Mulai dari pelanggan, klien, pemegang saham, karyawan dan pemerintah, hingga klien potensial, pesaing dan calon karyawan, Anda tinggalkan jejak kakinya selama krisis menulis sejarah perusahaan Anda. Itu berarti memberikan peluang bagi pesaing untuk mengetahui mereka semua.
Cerita Anda selama masa krisis, sekarang menjadi alat yang paling efektif bagi organisasi untuk melakukan penebusan untuk dosa-dosa digital yang dilakukan terhadap audiens Anda. Krisis komunikasi memberikan pemahaman mendalam tentang lanskap media sosial dan bagaimana hal itu mempengaruhi reputasi baik online mauun offline Anda selama krisis organisasi.

Social Media Rules of Engagement memandu Anda dalam pengembangan strategi media sosial. Dengan memiliki rencana sebelum Anda benar-benar membutuhkannya dan memahami serta mempengaruhi audiens secara tepat,  Anda dapat mengelola krisis apapun secara efektif.  Menarik, dan informative,  buku ini menawarkan  alat yang Anda butuhkan untuk menghindari skandal dan media krisis. Dengan kata lain, buku ini bisa menjadi panduan inovatif yang berfokus pada cara membuat strategi media sosial secara holistik, dan bagaimana mempertahankan organisasi Anda dari krisis media sosial.