Rabu, 29 Juli 2015

The Power of Decide


Setiap orang harus mengambil keputusan. Dalam perusahaan misalnya, semua orang mulai dari CEO ke bawah dibayar untuk membuat keputusan. Sebagai individu, sepanjang kehidupannya, seseorang selalu dihadapkan pada persoalan yang memaksa orang tersebut mengambil keputusan. Pemilik dan pengelola perusahaan juga harus mengambil keputusan, bila tidak membuat keputusan, perusahaan akan mati.
David Wethey, penulis Decide, menunjukkan beberapa bukti turunnya perusahaan yang sebelumnya kuat seperti Marconi, Chrysler, Cadbury Schweppes dan Lehman Brothers. Selama itu, mereka selalu membanggakan bahwa perusahaan mereka kuat karena efektifnya keputusan yang diambil. Akan tetapi, ketika mereka memutuskan untuk fokus pada masa depan yang tidak pernah datang dan meninggalkan “emas” yang nyata-nyata ada di tangan dan menguntungkan, mereka tergilas.
Sebagai sebuah pemikiran Decide bisa dianggap memprovokasi pemikiran. Bagaimana tidak, buku ini banyak menggunakan pendekatan praktis dalam pengambilan keputusan. David Wethey, penulis Decide, tema buku ini penting karena hidup memberi seseorang tantangan untuk membuat keputusan. Karena itu, suka atau tidak, setiap orang perlu melatih keterampilan ini setiap hari – baik di tempat kerja, di rumah, bahkan  setiap aspek kehidupan kita.
Namun, yang sering terjadi adalah seseorang membuat keputusan tanpa benar-benar mempertimbangkannya secara kontekstual, mengkaji pilihan dan meikirkan serta memprediksi implikasi dari tindakannya. Atau lebih buruk lagi, akhirnya mengelola konsekuensi dengan cara menghindari mengambil keputusan yang sulit.
Disini, seperti yang dijanjikan Wethey, jika mengikuti dengan tekun materi yang dipaparkan dalam buku ini benar, kemungkinan pembaca untuk berkontribusi dan membuat keputusan yang efektif bukan sekadar angan-angan.  Ini membuktikan bahwa sebenarnya pengambilan keputusan tidak harus menjadi suatu panjang sehingga tidak sampai memunculkan kegaduhan. Pemikiran dan tips-tips dalam buku ini  membantu pembaca membuat keputusan yang tepat, dan memilih dari pilihan dengan bijaksana, apakah Anda memiliki waktu 60 hari, 60 menit atau hanya 60 detik. Syaratnya, Anda harus mampu menggabungkan pemikiran rasional dan lateral. 
Buku ini cocok untuk praktisi bisnis secara luas dan audience profesional serta pembaca umum. Ini  karena bahasa yang ditampilkan dalam buku ini sederhana dan tidak diisi dengan jargon atau model bisnis yang rumit. Studi kasus yang ditampilkan juga universal dan menarik untuk membangun argumen.
Menurut Wethey, ada lima aturan dalam pengambilan keputusan.  Pertama, setiap keputusan penting adalah perjalanan (journey), bukan satu langkah. Kedua, Anda harus mengajukan pertanyaan yang tepat di awal untuk memastikan Anda beroperasi dalam bingkai yang benar. Ketiga, plotting skenario adalah bagaimana Anda datang ke keputusan yang tepat, dan untuk itu Anda perlu intelijen yang seterbaik mungkin. Keempat, eksekusi merupakan satu hal yang sangat penting. Sebuah keputusan besar bila dieksekusi secara buruk akan gagal. Kelima, belajar dan umpan balik sangat penting, karena pengambilan keputusan adalah aktivitas yang terus terus menerus dan setiap keputusan yang Anda ambil akan menginformasikan keputusan lain yang Anda harus buat di masa depan (Halaman 94)
Buku ini terdiri atas 11 bab. Bab pertama buku ini disebut penulisnya sebagai Dreams and Determination. Di bab ini, penulis memaparkan kisah dari beberapa orang yang luar biasa. Kisah-kisah tersebut diperoleh penulis dari berbagai wawancara dengan individu-individu luar biasa di bidangnya. Para professional tersebut memiliki berbagai latar belakang profesi, mulai dari angkatan bersenjata, politik, hukum, kedokteran, akademisi, amal, olahraga, perjudian dan sebagainya. Dari berbagai wawancara tersebut, penulis yakin bahwa ada korelasi yang jelas antara keberhasilan dan kemampuan pengambilan keputusan.
Bab 2 (Mimpi Buruk) menampilkan hal yang sebaliknya. Bab ini memaparkan tentang hal-hal yang bisa salah, dan mengapa bisa salah. Tidak ada orang yang mengatakan bahwa pengambilan keputusan itu mudah. Beberapa derajat kesalahan seringkali tidak bisa dihindari. Bab ini tidak dimaksudkan untuk membangkitkan ketakutan pada kegagalan, melainkan untuk menunjukkan beberapa perangkap yang mungkin bisa membuat orang menjadi gagal.
Dalam pandangan Wethey, keputusan bukanlah sesuatu yang dihasilkan dalam satu tahapan. Bab 3 buku ini menekankan pentingnya peluang - mengidentifikasi dan mengeksploitasi mereka. Identifikasi ini juga bermanfaat untuk menemukan kekuatan. Konteks ini dielaborasi penulis dalam Bab 4 dengan sub tema Pengambilan Keputusan yang cerdas.
Menurut penulis, pengambilan keputusan yang cerdas adalah gabungan antara pemikiran dan pemanfaatan kekuatan otak bawah sadar. Akan tetapi, pengambil keputusan biasanya dihadapkan pada kendala waktu. Waktu yang tersedia untuk membuat keputusan adalah titik fokus dari buku ini. Sangat penting untuk mengetahui seberapa banyak rentang waktu yang kita miliki ketika dihadapkan pada keharusan mengambil keputusan.
Bab 5 buku ini membahas masalah waktu dan keajaiban nomor 60. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa semakin cepat seserang dalam mengmbil keputusan, semakin naluriah kita harus bertindak. Menurut penulis, pada dasarnya otak bawah sadar dapat mengelola sendiri cukup banyak tantangan. Karena itu. pengambilan keputusan cepat adalah fungsi dari pelatihan dan pengalaman.
Dalam konteks saat ini, penulis membahas kekuatan media sosial. Selain menyediakan akses ke seluruh area, media sosial memberi semua daerah untuk mengakses kita. Kecepatan komunikasi melalui media sosial membuat suatu pesan menjadi tidak dapat ditarik kembali sehingga mengubah aturan keterlibatan bagi semua orang di mata publik. Ketika dilanda kontroversi atau skandal, pilihan bagi para politisi, pemimpin bisnis dan bahkan manajer sepak bola mau tetap tiarap dan tidak membuat komentar atau terlibat.
Analisis yang ditampilkan Wethey dalam bukunya ini didominasi konteks bisnis. Disini Wethey berpendapat, untuk menjadi pembuat keputusan yang baik Anda harus menjadi perencana keputusan yang baik. Perencanaan keputusan dapat secara signifikan ditingkatkan dengan membentuk sebuah tim, dan di perusahaan-perusahaan dan organisasi tidak ada pilihan selain membentuk