Senin, 28 Desember 2015

Bagaimana Mengubah Sikap Orang Menolak Menjadi Mendukung Perubahan?


Setelah setahun bernegosiasi, akhirnya warga bantaran sungai Cikapundung bersedia pindah ke Rusunawa yang disediakan Pemkot Bandung. Jum’at (2/10/2015) Wali Kota Bandung Ridwan Kamil resmi memimpin relokasi. "Hari ini alhamdulillah saya sampaikan proses relokasi berjalan dengan baik," kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil usai seremoni relokasi.
Proses relokasi melalui tahapan yang cukup panjang, sejak pertemuan pertama pada Agustus 2014 silam. Selama proses satu tahun itu Pemkot Bandung terus memperhatikan aspirasi warga. Dari pertemuan itu, ada 15 poin tuntutan warga. "Itu satu-satu kita pelajari, satu-satu kita penuhi," ujar Emil. Aspirasi warga bantaran Sungai Cikapundung yang berjumlah 114 jiwa itu perlahan-lahan dipenuhi, sesuai dengan dasar hukum yang berlaku.  "Jadi kita hadir di sini memberi solusi, tidak memindahkan tanpa ada solusi," kata Emil.
Sebelumnya, Jum’at (28/8), Emil beserta perwakilan warga melakukan pertemuan. Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Bandung Oded Muhammad Danial mengatakan warga setuju untuk pindah ke Rusunawa Sadangserang dalam waktu tiga minggu terhitung sejak pertemuan pertama. Menurut Oded,  pihaknya masih melihat dulu perkembangan warga satu minggu pertama setelah pertemuan.
Jika hingga Jumat (3/9) warga menunjukkan sikap apatis dan pasif untuk pindah, maka pihaknya akan memberikan surat peringatan pertama bagi warga. Oded mengatakan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung yang nantinya akan mengurus terkait surat peringatan ini. "Saya sudah perintahkan Satpol PP untuk langsung memberikan surat peringatan pertama (jika warga apatis untuk pindah). Karena prinsipnya mereka sudah sepakat," tegas Oded.
Dalam setiap perubahan selalu ada yang menolak perubahan, dan tugas dari agen perubahan adalah mengubah sikap orang dari menolak menjadi mendukung perubahan atau bahkan ikut terlibat dalam proses perubahan.
Anda mungkin membayangkan bahwa orang akan berubah bila berada dalam kondisi tertekan. Namun banyak kasus menunjukkan bahwa ketika orang tertekan yang terjadi orang semakin pasif (Coleman, 1994).
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang akan berubah ketika sadar bahwa dia sebenarnya berada kondisi yang berbeda dengan orang lain dan dia sebenarnya bisa seperti orang itu bila melakukan perubahan. Lalu bagaimana caranya? Disinilah peran penting komunikasi. Komunikasi seperti apa?
Bertentangan dengan kebanyakan studi, Goodman dan Truss (2004) menemukan bahwa dalam mendorong orang untuk berubah, bukan banyaknya informasi yang dibutuhkan. Sebab menurut penelitian Goodman dan Truss tersebut, tidak terdapat banyak perbedaan antara mereka yang telah menerima banyak informasi dan mereka yang tidak.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa meskipun sudah menerapkan sebuah rencana strategi komunikasi terbaik, namun dalam beberapa kasus masih terdapat karyawan yang merasa belum menerima informasi yang cukup pada waktu yang tepat dan sesuai dengan yang diharapkan. Oleh karena itu, memastikan strategi komunikasi perubahan yang tepat disesuaikan dengan jenis perubahan adalah sangat penting.
Goodman dan Truss (2004) percaya bahwa pesan-pesan kunci tentang perubahan harus mengartikulasikan tentang, "Apa yang harus diketahui karyawan, yang seyogyanya karyawan ketahui, (dan) apa yang bisa karyawan ketahui" (hal. 219). Karena itu, adalah penting bagi pengelola perubahan untuk memastikan bahwa karyawan mendapatkan informasi yang mereka butuhkan tentang perubahan dan dari sumber yang tepat.
Temuan mereka juga menunjukkan bahwa di dalam strategi komunikasi untuk perubahan, baik proses maupun isi pesan mempunyai pengaruh yang signifikan. Secara khusus mereka membuktikan bahwa waktu penyampaian pesan perubahan, kecococokan dalam menggunakan media, keluwesan dan meminimalkan ketidakpastian mempunyai pengaruh yang signifikan dalam keefektivan komunikasi perubahan.

Dalam kaitannya dengan isi pesan, Armenakis et at. (1999) mengajukan lima domain pesan penting dalam komunikasi perubahan. Kelimanya adalah discrepancy (kesenjangan), efficacy (kemanjuran), approriatteness (ketepatan), principal support (dukungan) dan valensi pribadi. Sentimen yang dihasilkan dari kelima isi pesan tersebut adalah membentuk motivasi individu, sikap positif (kesiapan dan dukungan) atau negatif (resistance) terhadap perubahan.