Minggu, 22 Mei 2016

Mengapa Blackberry Messenger Masih Popular di Indonesia?


Meskipun pangsa pasar BlackBerry di Indonesia rontok dari 43% pada tiga tahun lalu menjadi hanya 3% pada tahun lalu, namun aplikasi BlackBerry Messenger masih menarik dan menjadi trend bagi pekerja bisnis muda yang ingin terlihat profesional.
Beberapa survey yang dilakukan lembaga yang berbeda menunjukkan bahwa BlackBerry masih menjadi  perangkat “harus” dimiliki oleh pengguna smartphone di Indonesia. Survei yang dilakukan GfK, Januari lalu menunjukkan bahwa Blackberry Messenger masih nangkring diantara tiga dari lima aplikasi mobile yang paling populer di Indonesia.
Bahkan Blackberry Messenger (BBM) masih merupakan aplikasi yang paling populer, dengan jangkauan 90%, sementara WhatsApp dan LINE berada di urutan keempat dan kelima aplikasi paling popular. Ini cocok dengan perkiraan eMarketer pada 2015 yang ngotot bahwa Blackberry Messenger masih menjadi aplikasi terpopuler di Indonesia.
November 2015 lalu, e-marketer memperkirakan bahwa pada 2016 Indonesia memiliki 62,6 juta pengguna mobile phone messaging app. Angka ini mewakili 38,8% dari seluruh pengguna ponsel di Indonesia. Pengguna aplikasi messaging berbasis ponsel di Indonesia ini akan terus tumbuh pada tingkat dua digit di masa mendatang, atau meningkat menjadi lebih dari 81 juta orang pada tahun 2018.
Popularitas layanan pesan aplikasi di Indonesia ini tidak lepas dari biaya rendah. Banyak konsumen di pasar seperti Indonesia menggunakan layanan tersebut untuk menghindari biaya tinggi yang dibebankan operator nirkabel untuk teks. Yang paling sering mereka lakukan adalah mengirim pesan mereka dengan menggunakan koneksi Wi-Fi.

Sifat percakapan kembali yang cepat dan sebagainya bias juga menjadi variable yang bias menjelaskan kenapa aplikasi messaging seperti itu bias meningkatkan penggunaannya.  Menurut penelitian GfK, jumlah kunjungan aplikasi bulanan per pengguna di Indonesia, BBM, WhatsApp dan LINE  melampaui semua aplikasi lain dengan margin yang beragam. Pada posisi seperti itu, BBM menerima hampir 500 kunjungan. Hal lainnya adalah BlackBerry masih dipandang sebagai simbol status. BlackBerry masih dipandang sebagai merek yang kuat sehingga masih ada orang yang bercita-cita untuk memilikinya.