Sabtu, 18 Juni 2016

Kenapa Perlu Content Marketing?


Hari-hari makin banyak perusahaan atau merek bahkan personal menggunakan internet atau media online untuk branding. Ketika pengguna internet masih kecil, penggunaan media online mungkin tanpa strategi yang canggih peluang untuk mendongkrak popularitas bahkan transaksi mungkin besar.
Akan tetapi, ketika pengguna internat makin banyak, dan makin banyak merek yang memanfaatkan media online bahkan media sosial, peluang itu semakin kecil karena yang memperebutkannya semakin banyak. Disini tantangannya karena sementara banyak merek menggunakan media sosial untuk pitch dan menjual secara online, logikanya peluangnya semakin kecil. Namun, sepertinya peluang itu justru semakin lebar karena makin banyak media yang bisa digunakan.
Platform media sosial bukanlah tempat untuk secara terang-terangan menawarkan produk atau mempertontonkan kekuatan persuasi Anda. Inti dari media sosial adalah menjadi sosial, bukan untuk jualan. Media sosial adalah orang menyuarakan pendapat, merasakan nikmatnya berkomunitas, dan berbagi foto. Jadi ketika seseorang menyerang ruang yang nyaman itu dengan penjualan, orang merasa  privasi diserang. Orang sebetulnya tidak ingin orang lain menjual produk melalui online.
Makin banyaknya orang memanfaatkan content marketing (pemasaran konten) merupakan bukti bahwa kita semakin menjauh dari model penjualan tua. Model pemasaran yang makin berorientasi pada upaya merangkul pelanggan dilakukan secara lebih terintegrasi, terus berubah, dan pendekatan hubungan yang makin terfokus.
Pemasaran konten adalah model marketing yang kalau dilihat dari sisi penjualan merupakan metode penjualan yang dilakukan dengan cara yang jauh lebih halus. Anda mungkin masih ingat film Hercules. Di akhir film itu ada pertanyaan apakah kehebatan Hercules itu realitas yang sebanranya atau sekadar mitos. Dalam film itu ada storyteller yang mendampingi Hercules kemanapun dia pergi dan dalam penaklukan daerah baru, sang storyteller selalu menceritakan kehebatan Hercules.
Pemasaran konten itu mirip dengan itu. Ini adalah teknik pemasaran di mana Anda membuat, berbagi, dan mempublikasikan konten dengan maksud untuk mendidik, menghibur, mencerahkan, dan membantu menginformasikan pelanggan Anda. Dengan demikian Anda secara langsung memberikan dukungan positif dan meningkatkan kehidupan pelanggan Anda dengan menampilkan informasi-informasi yang relevan. Anda pun membangun kepercayaan, kesetiaan, dan hubungan yang bermakna, yang berubah menjadi lead, dan akhirnya mengkonversi ke penjualan.
Banyak merek yang sudah menerapkan strategi ini. Merek besar seperti Coca-Cola dan Nike sering mempublikasikan konten melalui online misalnya. Itu merupakan bagian dari strategi pemasaran konten yang jauh lebih besar. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah berkata-kata dengan dunia dengan konten Anda? Tidak peduli di industri apa Anda bekerja, atau bisnis apa yang Anda jalankan, menggunakan konten untuk mengkomunikasikan pesan kunci dan terhubung dengan pelanggan dengan cara yang cerdas  sangatlah penting agar perusahaan atau merek bergerak maju.
Berkaitan dengan itu, ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian. Pertama, begitu dunia online bertumbuh, keinginan public untuk terlibat dalam konten tumbuh juga. Intinya, public tidak akan pernah puas karena ketika kebutuhan satu kebutuhan terpenuhi, kebutuhan lain muncul. Intinya, orang tidak akan pernah puas karea kebutuhannya juga terus tumbuh.
Kedua, konten online yang Anda miliki adalah aset penting yang memungkinkan Anda untuk mempersonalisasi merek Anda dengan cara yang tak berujung. Anda mungkin hanya memiliki satu meme, satu blog, atau satu video Instagram untuk mendapatkan perhatian dari audiens dan mendapatkan pesan dari Anda. Ta masalah yang penting kreativitas dalam mengisi dengan konten yang otentik dari Anda adalah penting. Konten online yang baik adalah yang bisa memicu emosi, men-drive diskusi, dan menangkap imajinasi.

Akan tetapi, dalam kaitannya dengan strategi konten yang membunuh pesaing, konten yang kreatif itu hanya salah satu bagian kecil dari yang Anda butuhkan. Ini karena di dbalik content yang kreatif tersebut, terdapat banyak bagian yang ikut berkontribusi. Disitu ada pembuatan konten, pengidentifikasian konten Anda, menguraikan tujuan konten Anda, menciptakan kalender editorial, memiliki anggota tim yang tepat, strategising berbagi konten Anda dan taktik media sosial, menguraikan metode pengukuran untuk konten Anda, dan unsur-unsur lain yang lebih banyak.