Kamis, 27 Oktober 2016

Facebook? Apa Masih Bermanfaat?


Mungkin masih ada ada yang bertanya-tanya tentang Facebook, apakah orang-orang masih menggunakannya? Apakah penggunanya menurun? Apakah facebook masih berharga untuk bisnis? Dengan lebih dari 1 miliar pengguna aktif, mungkin orang masih mengatakan Facebook masih hidup dan sehat.
Benar saat ini telah banyak jejaring sosial lain yang bermunculan. Tapi dengan jujur saya mengatakan bahwa Facebook saat ini masih menjadi pilihan. Sulit memang menebak masa depan Facebook karena bisa jadi – seperti banyak terjadi belakangan – yang dulu dipuji sekarang terjungkal. Ini termasuk Facebook, apakah Facebook masih menjadi tools utama dalam pemasaran media sosial saat ini, tergantung bagaimana Facebook nanti mengadaptasikan atau menempatkan dirinya terhadap perubahan.
Bagi sementara orang Facebook menarik bukan hanya karena memberikan informasi real-time tetapi dengan nuansa yang lebih dalam. Facebook mungkin tidak selalu menyampaikan kabar secepat Twitter. Akan tetapi, Facebook menyediakan platform yang memungkinkan orang untuk membahasnya secara lebih detail dan mendalam untuk diskusi.
Facebook juga memungkinkan orang masuk ke tingkat keterlibatan yang lebih dalam dibandingkan  jaringan, karena tidak membatasi jumlah karakter atau berbagi gambar. Orang bisa mengatakan apa yang ingin Anda katakan. Pembeda utama ini telah membuat Facebook sebagai platform sosial yang paling banyak digunakan, termasuk pada saat makin banyaknya jaringan baru diperkenalkan setiap hari.
Dalam enam bulan pertama 2016, pemain industri utama dunia saat ini seperti Discovery, Amazon, Mercedes-Benz, YouTube dan Coca-Cola menikmati pertumbuhan pengagumnya di Facebook yang signifikan. Rata-rata, halaman Facebook mereka menambah 450.000 penggemar baru dan tidak menunjukkan tanda-tanda melambat. Tak ada tanda-tanda bahwa platform media sosial ini bakal mencapai titik jenuh, baik untuk merek penggunanya maupun Facebook sendiri.
Rata-rata postingan update di halaman merek memang lebih sedikit. Akan tetapi, menurut Quintly seperti yang ditulis SocialTimes (26 Oktober) lalu, ini menyembunyikan sifat sejati postingan merek itu. Disney misalnya memposting rata-rata 4,32 kali per hari, sementara PlayStation posting 2,62 kali per hari. MTV rata-rata lebih dari 67 posting per hari. Kecenderungan tingkat keseringan posting ini lebh mencerminkan merek ingin menjaga kualitas postingannya yang berharap keterlibatan yang lebih dalam daripada interaksi yang lebih luas.
Video yang diposting di Facebook kini menjadi aspek inti dari kehadiran merek yang memungkinkan merek berinteraksi lebih panjang dengan fans, dibandingkan dengan posting gambar. Quintly menemukan 54,9 persen postingan Facebook dari lebih 30 merek yang disurvei adalah postingan video. Tak bisa dipungkiri bahwa video memang lebih memungkinkan merek untuk bercerita. Orang pun seakan tanpa henti menonton video sehingga memungkinkan audiencenya terlibat.
Keterlibatan ini mengarah ke percakapan yang lebih tinggi bagi pengguna di halaman perusahaan di Facebook. Quintly menemukan bahwa rata-rata halaman perusahaan di Facebook menerima 1,000-2,400 posting dan 224-426 pertanyaan dari pengguna setiap bulan. Interaksi yang meningkat ini  menempatkan ketegangan pada halaman dan waktu respon pengelola sehigga bisa berbalik menjadi  masalah. Inilah yang harus segera ditangani, bila halaman perusahaan di Facebook atau bahkan Facebooknya sendiri bila mereka masih ingin engage dengan pengguna atau penggemarnya.

Terlepas dari ukuran bisnis halaman Facebooknya adalah penting untuk memperlakukan waktu fans dengan penghormatan yang tinggi. Melayani mereka dengan konten video yang bergerak, memberikan sejumlah kecil posting lebih bermakna dan menanggapi keprihatinan dan pertanyaan mereka pada waktu yang tepat saat ini menjadi faktor penentu keberlangsungan keterlibatan yang sangat penting.